Dokter Zain mendiagnosis calon menantunya, Jolin, positif sifilis. Jolin malah menghina dan memaksanya berlutut. Demi membongkar kebenaran, Zain berpura-pura menyerah, lalu mengungkap perselingkuhan dan kebohongan Jolin di depan umum. Akhirnya, Jolin terjerat kasus pembunuhan dan dipenjara.
Dokter kandungan pensiunan Zain kembali bekerja dan menyembunyikan identitas ayah orang terkaya. Anaknya akan membawa calon menantu Jolin pada ulang tahunnya, tapi Jolin datang ke poliklinik. Zain mendiagnosis dia terkena sifilis, bahkan dihina dan dipukul, membuatnya bersumpah tidak akan membiarkannya masuk keluarga Zhang.
Seorang pria melihat Jolin, mengira dia pacar anaknya tapi ragu karena anaknya mengatakan pacarnya baik dan sopan. Di rumah sakit, Jolin didiagnosis positif sifilis, dia marah besar, menolak diagnosis, memukul dokter dan menyangka dia di fitnah atau diperas uang.
Seorang wanita keras hati berteriak, menghina staf RS di poli kandungan, bahkan mengancam akan menghancurkan mereka setelah menikah dengan orang kaya. Pak Juno mendapatkan pemberitahuan insiden ini dan akan segera menanganinya, adegan konflik yang penuh ketegangan ini menarik untuk ditonton.
Jolin, tunangan CEO Juno, marah besar ketika dokter Zain mendiagnosisnya terkena sifilis. Dia mengancam menutup rumah sakit dan meminta dokter itu mohon maaf. Namun, ternyata hasil laporan salah karena mesin laboratorium error, membuat konflik ini semakin menarik untuk ditonton.
Jolin marah besar karena Zain melapor padanya, ingin hancurkan reputasinya. Gavin meminta Zain minta maaf dengan janji naik gaji, tapi Zain menolak demi jujur. Zain dipecat, Jolin malah meminta orang menangkapnya untuk memaksa bersujud, hingga ada yang menunjukkan sesuatu pada Juno.
Jolin mengklaim akan menikah dengan keluarga Zhang yang kaya untuk menjadi nyonya terkaya terhormat, tapi dihina oleh lawannya sebagai wanita tidak pantas. Konflik pun pecah, Jolin marah dan ingin menghajar lawannya, membuat situasi semakin ketegangan dan penuh aksi.
Jolin menghina dokter tua Zain yang memiliki pengalaman 40 tahun di RS Pemerintah, memaksa dia lutut dan mengaku sebagai dokter palsu untuk merusak kehormatannya. Setelah Zain memenuhi permintaannya, Jolin masih tidak puas, namun Zain tiba-tiba mengungkapkan dirinya adalah ayah dari tunangannya Juno!
Ibu Zhang menghina menantu calonnya Jolin sebagai wanita kejam, menolak dia masuk keluarga Zhang. Dia juga menuduh Dokter Gavin sebagai penjilat gila harta dan memecatnya. Jolin dan Gavin menentang, lalu Ibu Zhang meminta orangnya menyerang, sementara Gavin memperingatkan mereka agar jangan menyesal.
Dalam episode ini, perempuan sombong menghina lansia calon mertuanya sebagai "tua bangka", menendangnya gara-gara sedikit nabraknya, juga mengejek Gavin. Seseorang mencoba membela lansia tapi dihina kembali, lalu muncul pembicaraan tentang obat khusus dari presdir rumah sakit yang membuat situasi penuh tekanan.
Orang jahat menuduh ayah Juno mencuri obat jantung mahal bernilai satu juta per botol, mengancam melapor ke polisi. Bahkan, mereka membuat rencana keji meminta dokter melakukan sterilisasi padanya, konflik memanas dan penuh tekanan!
Juno berbagi pengalaman ketakutan karena pasien jiwa yang kambuh membuat klinik berantakan. Nona Jolin yang ingin menyiksa orang itu berhenti setelah mendengar kabar Juno akan datang. Ayah Juno marah melihat penghargaan 40 tahun ayahnya rusak dan ingin menghadapi pelaku onar tersebut.
Pak Juno marah besar ketika melihat kerusakan di rumah sakit akibat pasien yang diduga gila. Dia meminta staf menghubungi keluarga pasien untuk mengganti rugi penuh. Namun, staf menyembunyikan bahwa pasien adalah orang tua malang hidup sendirian dan meminta Pak Juno mengampuninya.
Gavin awalnya curiga pasien tua sebatang kara mampu beli obat mahal untuk jantung. Setelah Juno ungkap itu cuma vitamin dari sampah yang dia simpan sebagai obat, Gavin merasa kasihan dan memutuskan ampuni. Dia juga mendengar pelajaran berharga dari ayahnya dokter tentang kesabaran pada pasien.
Junon merasa gugup akan pertemuan dengan ayah pacarnya, namun pacarnya menenangkannya, memberinya kartu eksklusif tanpa batas untuk membeli hadiah yang sesuai, dan akan umumkan pernikahan mereka di pesta ulang tahun ayah yang dipersiapkan dengan detail mewah.
Juno terkejut saat menerima panggilan darurat bahwa ayahnya terkena serangan jantung dan dirawat di UGD. Ia bergegas ke rumah sakit, meminta dokter terbaik untuk menyelamatkannya. Namun, ia menemukan informasi yang diterimanya salah, membuatnya harus mencari kebenaran tentang kondisi ayahnya.
Juno terkejut ketika diberitahu bahwa orang gila yang dianggap pembuat onar di kamar rumah sakit adalah ayahnya. Bersama Jolin dan rekan lainnya, mereka meragukan hal ini, meminta Wawan memeriksa kembali. Setelah diketahui orang itu juga bernama Zain, Juno ingin melihat langsung siapa sebenarnya dia.
Jolin melihat orang di kamar adalah Zain dan meragukan bahwa dia bukan ayahnya. Wawan menunjukkan rekaman CCTV yang membuktikan ayah Jolin masuk kamar, tapi Jolin menyalahkan Wawan memalsukannya. Juno memutuskan untuk membuka perban untuk menetapkan kebenaran.
Juno mencurigai orang yang dibalut perban adalah ayahnya dan ingin membukanya untuk memastikan. Namun, Pak Gavin dan orang lain mencoba menghalanginya dengan alasan orang itu terkena cacar air. Juno merasa mereka menyembunyikan sesuatu, menyatakan sudah divaksin, dan tetap melanjutkan sampai ia berteriak "Ayah".
Pak Wang yang terluka oleh menantunya Jolin mencari bantuan Dokter Zain. Karena khawatir putranya tidak percaya dan Jolin akan memfitnahnya, ia menyembunyikan hal ini dan berniat cari waktu tepat untuk membongkar kedok asli Jolin agar ia dapat menerima ganjaran yang pantas.
Jolin bersumpah akan membalas semua penghinaan yang diterimanya dengan dendam. Dia curiga ayahnya menyembunyikan kondisi sakit setelah dirawat di bangsal, sementara Juno ingin menjenguk ayahnya dan tak sabar bertemu secara resmi di pesta syukuran usia segera.