Ex-dewa balap Lintar yang kini memilih hidup tenang sebagai sopir taksi dihadapkan situasi darurat: mengantar ibu hamil ke Rumah Sakit Pusat di tengah macet parah. Sistem pendukung balapnya aktif, ia gunakan keterampilan profesional untuk ambil jalan pintas, utamakan nyawa dibanding hadiah saham RS.