Zan Wira, ahli cip ternama Negeri Timur, meninggal mendadak. Putrinya Lina menghadapi konferensi pers tanpa memberikan komentar. Organisasi meminta Putu Hitam, pembunuh handal yang sudah pensiun, kembali membantu, tapi ia menolak karena ingin hidup bahagia bersama keluarga. Seseorang juga kesulitan mencari pekerjaan.