Susi, pendiri Grup Samudra, menyepi ke desa setelah suaminya wafat. Lima tahun kemudian, ia menghadiri pernikahan putra bungsunya dengan penampilan petani lusuh. Tanpa sadar, ketiga menantunya malah menghina ibu mertua konglomerat yang selalu ingin mereka jilat. Terungkapnya identitas asli Susi membuat mereka menyesal tiada akhir.